Musim liburan akhir tahun telah tiba dan masa-masa berkumpul bersama keluarga dan teman akan lebih banyak. Namun hati-hati, sebuah studi baru-baru ini melaporkan terjadi penurunan tingkat kemampuan otak para pekerja setelah melewati masa liburan. Sejak tahun 2004 hingga 2008, The Hartford, sebuah perusahaan asuransi di Connecticut melakukan survei dan menganalisis lebih dari 1 juta kasus kemunduran otak atau ‘short-term disability‘ akibat liburan panjang. Para pakar menduga hal itu disebabkan karena jarangnya otak diasah selama masa liburan.
Di Amerika, short-term disability diketahui banyak terjadi pada bulan November dan Desember. Namun pada bulan Januari dan Februari, penyakit kemunduran otak sesaat itu justru diikuti dengan berbagai penyakit seperti depresi, sakit pernapasan dan luka-luka. Sebanyak dua pertiga partisipan diketahui mengalami gejala tersebut.













